Minggu, 02 Juni 2013

Surat Umar Bin Khattab ke Sungai Nil



Nile river

Ketika Mesir di bwah Gubernur Amru bin ‘Ash, ada suatu masa sungai nil kering. Datanglah orang-orang menemuinya. Mereka tinggal di bantara itu mengatakan bahwa sungai nil memiliki kebiasaan tidak mau mengalirkan air kecuali permintaannya dipenuhi.
“Apa permintaannya?” Tanya Amru bin ‘Ash.
“Kalau sudah tanggal 11bulan ini, kami biasa mencari seorang anak gadis. Setelah kami menjadikan kedua orang tuanya senang dan ridha., maka kami menyuruh gadis itu berdandan dan berhias seelok mungkin. Lalu kami melemparnya ke sungai nil sebagai tumbal.” Papar mereka.
Amru menyatakan, perbuatan itu dilarang oleh islam dan islam melenyapkan ajaran buruk sebelumnya.
Karena tidak ada solusi, mereka berencana pindah ke wilayah lain jika sungai itu tetap kering.
Melihat kejadian itu, Amru bin ‘Ash mengirimkan surat kepada khalifah Umar bin Khattab di Madina. Amru melaporkan peristiwa itu dan meminta nasihat kepada Umar apa yang mesti ia lakukan.
Umar membalas surat Amru. Dalam surat Umar menulis, “Tindakanmu benar. Islam memang menghapus kebiasaan buruk sebelumnya. Aku telah mengirim kertas khusus untuk engkau lempar ke sungai nil.”
Surat Umar sampai ke tangan Amru. Amru membaca isi surat khusus yang ditulis Umar untuk sungai nil. “Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukminin untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba’du. Jika engkau mengalir karena kemauanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir Karena diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir.”
Kertas itu dilempar Amru bin ‘Ash ke sungai Nil sehari sebelum hari raya nasrani. Saat itu penduduk Mesir tengah bersiap-siap pindah ke negeri lain karena sungai nil yang menjadi sumber penghidupan mereka berhenti mengalirkan air.”
Setelah surat Umar dilempar, keesokan harinya, di pagi hari raya nasrani, air sungai nil telah mengalir dengan ketinggian 7 meter lebih dalam waktu semalam. Sejak itu adat buruk masyarakat Mesir hilang.
Inilah karamah kepada Umar bin Khattab, sosok sahabat Rasulullah SAW yang memiliki ketaqwaan luar biasa. Adakah pemimpin sekarang yang seperti dia ketaqwaannya???
Oleh sebab itu, saya benar-benar tidak habis pikir kepada sebagian golongan yang begitu membenci Beliau. Rasulullah saja sudah menjaminkan surga untuknya, kenapa mereka malah lebih sok tau??? Apa mereka merasa bahwa amal mereka bias menyamakan beliau?? Dan lebih keterlauannya saya pernah melihat dalam aksi mereka, mereka menempatkan posisi Umar sama dengan Fir’aun dan Namrud. Naudzubillah min dzalik.