Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar. :D
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada. :D
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang. :D
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta. #eaa :D
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu. :D
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, Paling panjang di antara yang lainnya. #eaaaa
Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul-pantul dengan keras. :D
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu. :D
Sayangku padamu seperti mad thobi'i dalam Al-Qur'an. Banyak sekali... #eaa
Semoga dalam hubungan kita ini seperti idgham bilaghunnah yang cuma berdua, lam dan ro'. :D
Meski perhatianku ga terlihat seperti alif lam syamsiah, namun cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas. :D
Kau & aku seperti Idgham Mutaqooribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya. :D
Dan layaknya huruf Tafkhim, Namamu pun bercetak tebal di fikiranku. :D
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun. Ciaat ciaat :D