Jumat, 03 Mei 2013

Saat-saat Duka

Hidup itu memang beraneka warna dan rasa, nggak cuma satu. Kaya permen, hidup memang ada rasa manis, asam, dan asin. Ada saat nya kita happy banget dalam hidup ini. Waktu kita sukses dalam ulangan sekolah, lulus ujian, bias masuk sekolah atau universitas favorite, dapat hadiah dari orang yang kita cintai, dan disayangi banyak orang. Tapi adakalanya hidup ini juga terasa datar. Nothing special. Biasa-biasa aja tuh. Malah ada juga saat kita bosan. Ulangan jelek, berantem sama sodara, clash juga sama teman-teman, sakit, atau mungkin orang yang kita cintai meninggalkan kita. Hidup terasa sempit, it’s a hard life, teriak group lawas queen. Sobat, saat kita dirundung duka, saat ‘asin’nya kehidupan itu datang, atau malah pahit, kita harus ingat kalau kita enggak sendirian. Banyak orang lain di dunia yang juga pernah dan sedang ngerasain hal yang sama. You are not alone, kata Jacko. Walau kita terkapar sakit, ada orang lain yang juga sedang sakit. Mungkin lebih parah. Saat kita kehilangan dompet, ada orang yang malah kehilangan rumah, pekerjaan, atau orang terkasihnya. Tahukah kamu, nabi Muhammad saw juga pernag melalui masa-masa yang sulit? Para ulama menyebut tahun itu sebagai ‘amul huzni (tahun kesedihan). Berturut-turut beliau mengalami penderitaan berat. Beliau kehilangan dua orang tercinta dan pendukung dakwah islam; istrinya tercinta, Khadijah binti Khuwailid ra dan paman beliau, abu thalib juga meninggal. Khadijah ra adalah muslimah pertama, ibu dari anak-anak Nabi saw juga disegani tokoh-tokoh quraisy seperti hal nya juga Abu Thalib. Kesulitan lain yang menimpa nabi kita ini, adalah saat beliau berdakwah ke Thaif. Niat hati mengajak warga Thaif beriman dan mendukung perjuangan islam, apa daya hinaan dan lemparan batu yang didapat. Rasulullah saw bersama Zaid bin Haritsah ra lari ditengah hujan batu. Keduanya sama-sama terluka. Kemudian dikebun anggur milik nasrani, Uqbah bin Rabi’ah, dengan penuh kekhusyu’an Rasulullah saw mengangkat kepalanya seraya berdoa: “ yaa Allah, kepada Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku, dan ketidakberdayaan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah pelindung bagi si lemah , dan engkau jualah Pelindungku! Kepada siapakah diriku hendak Engkau serahkan? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan didunia juga di akhira, dari murka Mu yang hendak engkau turunkan kepadaku. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diriku hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun selain atas perkenaanMu. Maka, jangan terlalu berduka. Semua orang juga pernah terluka. Everybody hurt. Kata R.E.M. bahkan Nabi saw juga pernah mengalami nya. Yang harus kita lakukan adalah bersabar, mencari jalan keluar, dan banyak mendekatkan diri kepada Allah. Seperti doa nabi di atas, yang mengadu kepadaNya atas segala kelemahan diri kita dan kita butuh pertolonganNya. Karena, bukankah hanya Allah yang bisa mengangkat duka di hati kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar