Jatuh
cinta
Berjuta
indahnya
Biar
malam biar siang
Amboy
rasanya, uh.... :D
begitulah salah satu lirik dari lagu cinta untuk orang yang sedang kasmaran. Masih ada banyak lagi lagu-lagu cinta, baik ketika kasmaran , rindu, galau, de el el. Misalnya aja lagunya Maudy Ayunda,
Di sesuatu saat ku melihat dia Ada getaran membuatku rindu Senang hatiku saat ku dengar suaranya Ingin selalu ada di dekatnya
Saat ku sendiri ku bayangkan dia
Datang padaku dengan cinta
Di keramaian ku merasa sepi
Saat tak ada dirinya
Cinta memang bisa
merubah orang-orang yang sangar jadi lebih adem didepan orang yang disukainya. Seperti
Napoleon Bonaparte, seorang prajurit kejam dan
ambisius dalam militer Perancis, terpesona saat ia melihat Josephine.
Begitu juga Mark Antony meninggalkan
istrinya, Octavia, karena terpukau pada Cleopatra dan menikahinya. Saudara
Octavia, Octavian membawa tentara Roma untuk menghancurkan mereka. Pada saat
dalam pertempuran melawan Roma, Antony mendapat berita palsu tentang kematian
Cleopatra. Hancur hatinya, ia bunuh diri dengan pedangnya. Cleopatra ketika
mengetahui tentang kematian Antony, bunuh diri dengan racun. Dua pelayannya,
Iras dan Charmian, juga membunuh diri mereka sendiri. Banyak masih
banyak lagi contoh lainnya.
Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, itu memang
fitrahnya manusia untuk menyukai orang lain. Biasanya saat sedang jatuh cinta,
orang yang dicintainya sama sekali tak terlihat kejelekannya, yang terlihat
hanya kebaikannya saja. Dia berusaha mencari tahu semua hal tentang orang yang
disukainya, dan mungkin juga mulai menyukai hal-hal yang disukai oleh orang
tersebut. Bawaannya selalu senyum-senyum
gak jelas, bahagia pull dah.
Anyway, sebagai seorang muslim/ muslimah kita juga
tidak boleh asal menerobos tanpa aturan saat kita jatuh cinta. Islam punya
aturan untuk semua aspek kehidupan kita. Jatuh cinta?? Tak ada yang salah, itu
manusiawi. Namun, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara kita
menyikapi cinta itu sendri. Ada mungkin yang berpikir untuk mengekspresikannya
lewat pacaran. Itu jalan yang tidak sesuai tuntunan syari’at sodara-sodara.
Ingatlah firman Allah :
"Dan
janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
Faktanya, aktivitas pacaran itu sendiri adalah aktivitas
yang mendekati zina. Karena sudah jelas, dari pacaran orang biasanya akan zina
hati,mikirin doi melulu. Mau makan ingat doi, trus ngirim sms “ kamu udah makan
belum? Makan sana nanti kalau sakit aku kan jadi sedih.” Jlebb. Belum lagi
kalau ada aktivitas pegang-pegangan tangan. Ini sudah sangat jelas dalam hadis
Rasulullah bahwa memegang besi panas adalah lebih baik dari pada memegang orang
yang bukan muhrim dengan sengaja. Beda lho ya kalau mudharat, seperti dokter
dengan pasiennya. Nah, kalau orang pacaran tidak mungkin karena mudharat kan?
:p
Ingatlah akan hadis Rasulullah Saw:
“Benar-benar seseorang di antara kalian
ditusuk dengan besi panas di kepalanya yang demikian lebih baik daripada dia
menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. Bukhari dan Muslim
telah meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia
berkata: Rasulullah shalalluhu ‘alaihi wa salam bersabda,“Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina dan itu pasti akan
menimpa dirinya. Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah
mendengar, zina tangan adalah memegang, zina kaki adalah melangkah, hati
berhasrat dan berangan-angan sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau
justu mendustakannya”.
Well, saat kita jatuh cinta, bijaklah dalam
menyikapinya juga berdoalah pada Allah semoga rasa yang ada tidak menjadikan
kita lalai, lupa dari mengingatNya, galau gak jelas, berharap gayung bersambut.
Boleh saja berharap gayung bersambut kalau memang kita sudah siap untuk
menikah. Nah, kalau belum? Simpanlah rapi rasa itu, jangan biarkan dia meluber
entah kemana-mana. Mintalah pada Allah untuk menjadikan kita hambaNya yang
taat, mendapatkan pendamping di waktu yang tepat, mempertemukan kita dengan
orang yang Allah pilihkan.
Saat jatuh cinta, kita tak perlu bingung. Tak perlu
mengungkapkannya kalau memang kita belum siap untuk menikah. Karena dengan di
ungkapkan pun tak akan menyelesaikan masalah, justru itu akan menjadi sumber
masalah menurut saya. Memangnya apa yang kita inginkan ketika kita berhasil
mengungkapkannya pada sang pujaan hati ???
berharap agar dia juga suka sama kita, atau mungkin tak ingin dia jadi
milik orang lain. Calm down ! jodoh kita itu tidak akan tertukar, hanya saja
bagaimana kita mendapatkannya. Apakah dengan cara yang haq atau bathil ? juga
gak perlu maksa deh dalam berdoa, harus sama doi kalau gak doi ga mau yang
lain. Allah Maha Mengetahui siapa yang terbaik untuk kita.
Bijaklah saat jatuh cinta. Selama kita taat maka
kita akan tenang. Jangan menikmati sesuatu sebelum saatnya, karena jika saatnya
tiba maka hal itu tidak akan indah lagi. Kadar istimewanya berkurang. Penting
bagi kita untuk berpikir bahwa “yang berkah itu yang istimewa.” Jika cinta
datang menerpa sebelum waktunya, ia hanyalah ujian iman untuk kita. Mampukah
kita bertahan? Lemahkah benteng iman kita? Semoga tidak. Biarlah ia menjadi doa
kita. Karena hidup ini tidak hanya ada cinta dengan lawan jenis. Cinta itu luas
mengakar kemana-mana. Cintailah Allah, rasulNya, orang tua, saudara dan karib
kerabat, dan guru-guru kita. Kalau masih belum siap dan masih saja galau karena
terus memikirkan cinta, ingat lagi ! apakah ini cinta atau nafsu yang
mengatasnamakan cinta? Kita bisa mengalihkan kegaluan itu dengan melakukan hal-hal positif lainnya seperti ;
belajar, menulis, mengaji, menghafal alquran, dan masih banyak kegiatan positif
lainnya. Pantaskanlah diri dengan menjadikan diri shalih/shalihah. Ingatlah akan
janji Allah dalam al quran,
اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ
وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ
لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Semoga tulisan singkat dan sederhana ini bermanfaat
untuk saya juga pembaca. Maklum saja, saya bukan seorang penulis juga bukan
orang yang suci. Hanya ingin mencoba untuk menulis dan belajar. Let’s learn ! Maaf jika banyak kekurangan. Kritik
dan saran anda sangat membantu untuk saya. Thank for read it J
Langsa, 08 februari 2014
Juliana Hanafiah

Inspiratif.. :D
BalasHapusterimakasih :D
BalasHapusVery nice ^_^
BalasHapus