Sabtu, 08 Februari 2014

Saat Jatuh Cinta


Jatuh cinta
Berjuta indahnya
Biar malam biar siang
Amboy rasanya, uh.... :D

begitulah salah satu lirik dari lagu cinta untuk orang yang sedang kasmaran. Masih ada banyak lagi lagu-lagu cinta, baik ketika kasmaran , rindu, galau, de el el. Misalnya aja lagunya Maudy Ayunda,

Di sesuatu saat ku melihat dia Ada getaran membuatku rindu Senang hatiku saat ku dengar suaranya Ingin selalu ada di dekatnya 
Saat ku sendiri ku bayangkan dia 
Datang padaku dengan cinta 
Di keramaian ku merasa sepi 
Saat tak ada dirinya 



wkwkwk..  ya begitulah kalau orang sedang jatuh cinta. Merasa sepi padahal sedang dikeramaian, bahagia walau hanya dengan mendengar suaranya. Kadang yang biasa gadel (red. Jorok) berubah jadi kinclong, biasanya kucel berubah jadi rafi ahmad, ups rapi amat maksudnya. Bisa juga yang biasanya pendiam berubah jadi suka berkicau, dan masih banyak lagi hal lainnya yang terjadi saat orang sedang kasmaran.


Cinta memang bisa merubah orang-orang yang sangar jadi lebih adem didepan orang yang disukainya. Seperti Napoleon Bonaparte, seorang prajurit kejam dan ambisius dalam militer Perancis, terpesona saat ia melihat Josephine. Begitu juga Mark Antony meninggalkan istrinya, Octavia, karena terpukau pada Cleopatra dan menikahinya. Saudara Octavia, Octavian membawa tentara Roma untuk menghancurkan mereka. Pada saat dalam pertempuran melawan Roma, Antony mendapat berita palsu tentang kematian Cleopatra. Hancur hatinya, ia bunuh diri dengan pedangnya. Cleopatra ketika mengetahui tentang kematian Antony, bunuh diri dengan racun. Dua pelayannya, Iras dan Charmian, juga membunuh diri mereka sendiri. Banyak masih banyak lagi contoh lainnya.

Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, itu memang fitrahnya manusia untuk menyukai orang lain. Biasanya saat sedang jatuh cinta, orang yang dicintainya sama sekali tak terlihat kejelekannya, yang terlihat hanya kebaikannya saja. Dia berusaha mencari tahu semua hal tentang orang yang disukainya, dan mungkin juga mulai menyukai hal-hal yang disukai oleh orang tersebut. Bawaannya selalu  senyum-senyum gak jelas, bahagia pull dah.

Anyway, sebagai seorang muslim/ muslimah kita juga tidak boleh asal menerobos tanpa aturan saat kita jatuh cinta. Islam punya aturan untuk semua aspek kehidupan kita. Jatuh cinta?? Tak ada yang salah, itu manusiawi. Namun, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara kita menyikapi cinta itu sendri. Ada mungkin yang berpikir untuk mengekspresikannya lewat pacaran. Itu jalan yang tidak sesuai tuntunan syari’at sodara-sodara. Ingatlah firman Allah :

  "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
Faktanya, aktivitas pacaran itu sendiri adalah aktivitas yang mendekati zina. Karena sudah jelas, dari pacaran orang biasanya akan zina hati,mikirin doi melulu. Mau makan ingat doi, trus ngirim sms “ kamu udah makan belum? Makan sana nanti kalau sakit aku kan jadi sedih.” Jlebb. Belum lagi kalau ada aktivitas pegang-pegangan tangan. Ini sudah sangat jelas dalam hadis Rasulullah bahwa memegang besi panas adalah lebih baik dari pada memegang orang yang bukan muhrim dengan sengaja. Beda lho ya kalau mudharat, seperti dokter dengan pasiennya. Nah, kalau orang pacaran tidak mungkin karena mudharat kan? :p
Ingatlah akan hadis Rasulullah Saw:

 “Benar-benar seseorang di antara kalian ditusuk dengan besi panas di kepalanya yang demikian lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shalalluhu ‘alaihi wa salam bersabda,“Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina dan itu pasti akan menimpa dirinya. Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina tangan adalah memegang, zina kaki adalah melangkah, hati berhasrat dan berangan-angan sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau justu mendustakannya”.

Well, saat kita jatuh cinta, bijaklah dalam menyikapinya juga berdoalah pada Allah semoga rasa yang ada tidak menjadikan kita lalai, lupa dari mengingatNya, galau gak jelas, berharap gayung bersambut. Boleh saja berharap gayung bersambut kalau memang kita sudah siap untuk menikah. Nah, kalau belum? Simpanlah rapi rasa itu, jangan biarkan dia meluber entah kemana-mana. Mintalah pada Allah untuk menjadikan kita hambaNya yang taat, mendapatkan pendamping di waktu yang tepat, mempertemukan kita dengan orang yang Allah pilihkan.
Saat jatuh cinta, kita tak perlu bingung. Tak perlu mengungkapkannya kalau memang kita belum siap untuk menikah. Karena dengan di ungkapkan pun tak akan menyelesaikan masalah, justru itu akan menjadi sumber masalah menurut saya. Memangnya apa yang kita inginkan ketika kita berhasil mengungkapkannya pada sang pujaan hati ???  berharap agar dia juga suka sama kita, atau mungkin tak ingin dia jadi milik orang lain. Calm down ! jodoh kita itu tidak akan tertukar, hanya saja bagaimana kita mendapatkannya. Apakah dengan cara yang haq atau bathil ? juga gak perlu maksa deh dalam berdoa, harus sama doi kalau gak doi ga mau yang lain. Allah Maha Mengetahui siapa yang terbaik untuk kita.

Bijaklah saat jatuh cinta. Selama kita taat maka kita akan tenang. Jangan menikmati sesuatu sebelum saatnya, karena jika saatnya tiba maka hal itu tidak akan indah lagi. Kadar istimewanya berkurang. Penting bagi kita untuk berpikir bahwa “yang berkah itu yang istimewa.” Jika cinta datang menerpa sebelum waktunya, ia hanyalah ujian iman untuk kita. Mampukah kita bertahan? Lemahkah benteng iman kita? Semoga tidak. Biarlah ia menjadi doa kita. Karena hidup ini tidak hanya ada cinta dengan lawan jenis. Cinta itu luas mengakar kemana-mana. Cintailah Allah, rasulNya, orang tua, saudara dan karib kerabat, dan guru-guru kita. Kalau masih belum siap dan masih saja galau karena terus memikirkan cinta, ingat lagi ! apakah ini cinta atau nafsu yang mengatasnamakan cinta? Kita bisa mengalihkan kegaluan itu dengan melakukan hal-hal positif lainnya seperti ; belajar, menulis, mengaji, menghafal alquran, dan masih banyak kegiatan positif lainnya. Pantaskanlah diri dengan menjadikan diri shalih/shalihah. Ingatlah akan janji Allah dalam al quran,
اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Semoga tulisan singkat dan sederhana ini bermanfaat untuk saya juga pembaca. Maklum saja, saya bukan seorang penulis juga bukan orang yang suci. Hanya ingin mencoba untuk menulis dan belajar. Let’s learn ! Maaf jika banyak kekurangan. Kritik dan saran anda sangat membantu untuk saya. Thank for read it  J









Langsa, 08 februari 2014



Juliana Hanafiah


3 komentar: